Saturday, May 13, 2006
Terasa Kehilangannya...
Hari-hari berlalu pergi
Tiada siapa tahu gelodak jiwa ini
Ke sana ke sini aku pergi
Teringat semua peristiwa yang aku lalui
Kaki melangkah tiada tujuan
Di tempat persinggahan kenangan
Semasa aku anak-anak sakan
Bermain dan bermain, tanpa halangan
Setiap langkah aku berfikir
Setiap peristiwa yang hadir
Tertanya sendiri mengapa terjadi
Hingga buatku buntu sekali
Hadirnya Emyar kebetulan
Perginya juga kebetulan
Di sanalah tempat kenangan
Aku dan dia berteman-temanan
Setiap langkah aku terkenang
Saat kita berkawan
Terlalu perlahan langkahku itu
Hingga dia... tak tahan menunggu
Datangnya Yelzaf pun sementara
Belum sempat aku kenali
Entah mana silapnya
Dia pergi dengan sendiri
Kenangan bersama Eifos
Mencabar daya fikiran
Datangnya tidak diundang
Perginya juga tiada pesanan
Aku sendiri tak tahu nih
Kenapa mesti ada sedih
Bila perginya Eifos kini
Mengundurkan diri
Tak kunafikan lagi
Perginya Emyar dan Eifos kini
Terlalu mengusik jiwa ini
Kenangan demi kenangan tersemat dalam hati
Emyar mengajar erti kehidupan yang nyata
Eifos membuka mata pada keadaan
Morhab mengajak diri pada pengalaman
Ini semua tak dapat aku lupakan
Betapa manisnya pengalaman
Tiada gunanya jika tiada pengajaran
Ada hikmahnya di sebalik keadaan
Allah berikan buat pedoman
Aku hanya insan biasa punya hati
Ingin menyayangi dan disayangi
Menyayangi dia yang menyayangi aku
Tak kira apa pun keadaan diriku
Wahai pahlawan yang ku cari
Datanglah dikau tunjukkan diri
Tuan puteri jenuh menanti
Dari dahulu hingga kini
