Friday, September 01, 2006
Mengapa Begini???
Khabarnya dia sudah berpunya
Terlepas lagi satu peluang
Entah mengapa sedih sedia
Menyelubungi jiwa yang berperang
Hari bahagianya tertekannya aku
Terasa sungguh rasa di kalbu
Itu dan ini aku ghairahkan lagi
Tapi akhirnya sedih sendiri
Dalam tekanan kerja sekolah
Aku sibuk dengan persiapan
Menyambut seorang ahli baru lah
Sibukkah aku atau menyibuk sakan?
Di bawah kolong kita bergotong-royong
Hiasi kolong mana yang ada
Aku dikata penghias "mak"
Disindir abang yang menekan saja
Jika tidak suka caraku dan pendapatku
Jangan diajak berbincang denganku
Jika ada pendapat yang jitu
Tidak perlu bertanya diriku
Aku sedih melihat nasibku
Harus tangangi abang-abangku
Kata-kata mereka boleh membawa padah
Merobek jiwaku yang kian rapuh
Pagi aku diselubungi duka
Teringat Emyar kenangan lama
Menitis air mata bergenangan
Memikirkan kisah yang berkesudahan
Wahai hati punyanya Ikil
Damailah dikau disisi Tuhan
Walau pedih disakiti
Tabahlah hadapi segala rintangan
Biar apa hendak dikata
Kuatkan hati dan semangat
Sudah tertulis keadaan mereka
Menekan dan terus menekan tanpa perasaan
It's all because of a wedding. Planned a bit here and there. Left everything in their good hands after finances have been arranged. Questioned and being questioned... not a nice matching colour... inappropriate arrangement, never plan, just do it, why is it like this... why is it like that... whose driving the car... who is decorating the car... you become the driver... you go here... you go there... WHY ME??? Aren't there enough preparation that I've done? Must I be loaded with all those men's work? If it's a small favour I don't mind. But if... you have to do it... why should I? No compromise at all. I'm tired with this family. I;m tired of this life. I'm tired of people laughing at me all the time. Every grievances is a joke to them. They just smiled everytime I become the victim. WHY ME??? Save me, YA ALLAH....
