Friday, September 21, 2007
Apakah puncanya?
Penceraian lagi yang kudengar
Menghantui malamku
Seperti dikejut mimpi yang buruk
Kenapa aku disingkirkan?
Di manakah silapnya?
Semua ini terjadi?
Benci aku pada penceraian
Apakan daya aku hanya pemerhati
Ya Allah... Tolonglah aku
Satukan kami kembali
Seperti dulu... pernah kami kecapi
Semoga kebahagiaan milik kami
Ameen....
Diam punya diam
Kita berbicara jua
Dia kata dia malu
Aku pulak tertanya-tanya
Sabar menanti bicaranya
Rupanya hanya nak pinjam pena merah
Tersenyum geli hati
Kubentangkan pena merah di hadapan matanya
Ya Allah! Banyaknya
Itulah kata-katanya
Aku sempat berkata
Pena murah saja
Ingin dikembalikan tika aku berbual
Aku menolak, dia degil jugak
Sampaiku kata pena murah
Mana nak ambil dari si pemberi
Bila dia kata... Betul ni?
Aku angguk dan tersenyum iye
Kenapa lah aku tak tengok mukanya
Yang ikhlas dengan senyum mimikat?
Aku di depan dia di belakang
Dia berlalu... aku sudah di tempatku
Aku terdengar... Terima Kasih
Dengan selamba aku kata... Sama-sama kasih
Malu pulak bila teringat
Entah-entah terima kasihnya untuk yang lain
Aku main sebat aje sambut ucapannya
Ahh... Tak mengapalah. Ia hanya gurauan
Bertembung lagi di dalam kelas
Terperanjat dia melihat aku di dalam
Aku berisyarat... tanda ok
Dia pun masuk tersengih-sengih
Berjumpa lagi di lain kesempatan
Kedua kalinya dia berbisik
Aku tak dengar lah kali ni
Aku berpusing dah berkata... HUH?
Dia berhenti dan mengulangi
Aku betul-betul tak dengar lagi
Ku katakan... Apa DIA?
Good Evening... rupanya
Tersenyum kambing aku dibuatnya
Kalau lah dia ingat aku berkata lain
Malunya aku tak akan terkata
Apa DEAR?
