Friday, May 02, 2008
Ternyata...
Ternyata... dia bukan milikku
Hari-hari berlalu
Dengan perit bagiku
Tersentuh dengan perilakunya
Aku tak silap menilai
Mungkin pengalaman jadi pedoman
Dia memang tak berkenan
Dari dulu hingga sekarang
Perkara ku terima bukan mengembirakan
Hanya satu ketetapan
Agar kuundur diri
Cari seseorang yang menepati ciri
Hari ini... ia berlaku lagi
Sungguh terang caranya itu
Bergurau senda Ja dan dia
Sungguh serasi mereka berjenaka
Kenapa aku rasa diketepikan
Jika diajak mungkin ku boleh
Caranya tak kena lagaknya
Sebab itu aku tak betah gaya
Di khutubkhanah kita bersama
Gurauan tidak berketepian
Hingga sekali dia bertanya
Bila ku jawab... di diamkan saja
Setiap kali aku dan Ja
Dia mesti hadir bersama
Macam mana nak cemburu
Memang dia terpikat dengannya
Hati manusia siapa yang tahu
Boleh berubah sekelip mata
Apa yang kurasa hanya balasan
Pernah dilalui sepupuku Izan
Bersamanya lagi tika makan
Ditegurnya hanya si Ja saja
Terlalu jelas dipandang mata
Tak dilayan walau sebelah mata
Perasaan jelas kelihatan
Di mata semua aku bersedih
Macam mana nak selindungkan
Terserlah kesedihan di wajah ini
Walau Ja kan pergi jua
Tiada yang dapat merubah keadaan
Jika dia memang tak suka
Tiada siapa dapat merubahnya
Di sini aku titipkan
Perasaan yang dikecewakan
Aku bahagia dengan diriku kini
Masih mencari yang tak pasti
Aku akan terus mencari
Kerana itu yang aku inginkan
Mencari teman sehidup-semati
Yang soleh... Allah kurniakan
Aku bahagia dan akan terus bahagia
Walau tiada si dia di sisi
Hidup ini biar lah dengan bahagia
Agar tak sia-sia yang diamanahkan
Biarpun pernah disindir orang
Biarpun dipermainkan orang
Aku kental hadapinya
Aku wanita... yang berani menentang
